Wednesday, October 21, 2020

Pemikiran dan Peristiwa Penting di Eropa - Merkantilisme

 

Merkantilisme berasal dari kata merchant yang berarti pedagang. Dalam merkantilisme, jika suatu negara ingin mencapai kemakmuran harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Jadi, dapat dikatakan merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kemakmuran suatu negara ditentukan oleh banyaknya asset yang dimiliki oleh negara tersebut. Dalam pengertian lain, merkantilisme merupakan kebijakan politik dan ekonomi dari negara-negara imperialis dengan tujuan menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standar dan ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahteraan dan kekuasaan negara tersebut. Suatu negara dikatakan makmur apabila memiliki kekayaan emas (logam mulia) melimpah.

1)      Tujuan dan Ciri-Ciri Merkantilisme

Tujuan merkantilisme adalah mengumpulkan emas dan perak (logam mulia) sebanyak-banyaknya untuk dimasukkan kas negara. Logam mulia menjadi standar devisa negara sejak masa renaisans. Logam mulia dijadikan ukuran kekayaan, kesejahteraan, dan kekuasaan bagi suatu negara. Semakin banyak logam mulia yang dimiliki suatu Negara, Negara tersebut semakin berkuasa. Berdasarkan merkantilisme dengan kekayaan melimpah, kesejahteraan suatu negara akan meningkat.

Ciri-ciri merkantilisme adalah sebagai berikut:

a.       Negara merupakan satu-satunya penguasa ekonomi

b.      Tujuan utama kegiatan perekonomian adalah mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya.

Gambar 1: Ilustrasi
Sumber : thehistoryvault.co.uk

2)      Proses Kemunculan Merkantilisme di Eropa

Pada masa renaisans, Negara-negara besar di Eropa berusaha memperkuat kondisi perekonomian negaranya. Negara-negara tersebut ingin menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Keinginan menciptakan kondisi perekonomian yang kuat menyebabkan merkantilisme mengalami perkembangan pesat. Merkantilisme yang dijalankan Negara-negara Eropa mendorong berkembangnya kolonialisme dan kapitalisme.

Negara-negara di Eropa terlibat dalam perdagangan internasional. Perdagangan internasional mendorong bangsa Eropa mengembangkan system pelayaran. Pelayaran bangsa-bangsa Eropa semakin berkembang pada masa penjelajahan samudera. Penjelajahan samudera dilakukan dengan tujuan berdagang dan melakukan ekspedisi pelayaran. Penjelajahan samudera berhasil menemukan daerah-daerah baru. Daerah-daerah temuan tersebut dimanfaatkan sebagai pasar. Keberadaan pasar-pasar baru ini mendorong perdagangan internasional dan berkembanglah merkantilisme.

Dengan keadaan seperti ini, maka Negara-negara yang paling kaya merupakan Negara-negara yang paling berkuasa pada saat itu, karena sanggup memerintah sebagian besar wilayah di bumi ini. Untuk melindungi perdaganganya, mereka melakukan proteksi dengan tarif tinggi terhadap bea masuk barang-barang dari luar negeri. Untuk mendapatkan surplus yang besar dalam bentuk logam mulia, maka Negara harus mempertahankan perdagangan berimbang yang menguntungkan.

Bila suatu Negara mengekspor lebih dari Negara lainnya, maka kelebihan mengekspor itu harus dibayarkan dengan uang tunai dalam bentuk emas. Dengan demikian, maka Negara yang lain mendapat kerugian. Akibat dari prinsip ini, perencanaan perekonomian di Negara-negara pada abad itu adalah sebagai berikut:

·         Berusaha memiliki logam mulia sebanyak-banyaknya

·         Menggalakkan perdagangan luar negeri untuk melengkapi perdagangan dalam negeri

·         Menggalakkan kegiatan industry yang mengubah bahan baku menjadi bahan jadi untuk ekspor

·         Menggalakkan pertambangan penduduk sebab diperlukan banyak tenaga kerja untuk keperluan industry

·         Negara mengawasi perkembangan perekonomian dan ikut campur bila dianggap perlu

Gambar 2: Skema Merkantilisme
Sumber: Youtube.com, saluran: Teach Social Studies


3)      Merkantilisme di Prancis (Colbertisme)

Merkanrilisme di PRancis berkembang pada masa pemerintahan Raja Louis XIV (1643-1715). Pelopor merkantilisme di Prancis adalah Jean Baptiste  Colbert sehingga ajarannya disebut colbertisme. Colbertisme menitikberatkan pada perkembangan industry dalam negeri. Dalam colbertisme terdapat aturan-aturan sebagai berikut:

a)      Menghapus daerah bea cukai dalam negeri sehingga peredaran barang menjadi lebih lancer dan harga lebih murah

b)      Melarang impor barang yang dapat dihasilkan di negeri sendiri. Apabila melakukan impor, barang tersebut dikenai pajak tinggi

c)      Barang produksi dalam negeri yang diperlukan dilarang untuk diekspor

d)     Barang dari luar negeri yang diperlukan untuk mengembangkan perekonomian diberikan keringanan atau dibebaskan dari pajak impor.

4)      Merkantilisme di Inggris

Merkantilisme di Inggris dimulai pada masa pemerintahan raja Henry VII (1485-1509). Tujuan Inggris menjalankan merkantilisme untuk memperoleh keuntungan besar dari perdagangan luar negeri. Pelaksanaan merkantilisme di Inggris ditandai dengan kenaikan pajak untuk memajukan pelayaran.

Pelaksanaan merkantilisme di Inggris berlangsung pada masa ratu Elizabeth I (1558-1603). Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, Inggris membentuk organisasi dagang Est Indian Company (EIC). EIC berdiri tanggal 31 Januari 1599. EIC memperoleh hak istimewa, yaitu hak monopoli dagang serta hak menguasai koloni di wilayah India, Kanada dan Amerika Utara.

5)      Merkantilisme di Jerman

Pelaksanaan merkantilisme di Jerman terjadi pada masa pemerithana Kaisar Frederick Wilhem I. Merkantilisme di Jerman di sebut Kameralisme (Kas Raja). Penerapan merkantilisme di Jerman dilakukan dengan mewajibkan rakyat membayar pajak setinggi-tingginya. Penarikan pajak dilakukan untuk mendukung sector perekonomian Negara.

6)      Merkantilisme di Belanda

Pelaksanaan merkantilisme di Belanda menekankan pada kegiatan monopoli dagang. Pemerintah Belanda memberikan hak monopoli kepada dua perusahaan dagang milik Belanda. Kedua perusahaan tersebut yaitu VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) dan WIC (West Indische Compagnie). Dalam perkembangannya pemerintah Belanda lebih mengutamakan kegiatan yang dilakukan oleh VOC. Oleh karena itu, VOC diberikan hak istimewa yang disebut hak oktroi. Akan tetapi, perusahaan dagang tersebut mengalami kerugian sehingga akhirnya dibubarkan pada tahun 1799.

7)      Pengaruh Merkantilisme Bagi Masyarakat Dunia

Merkantilisme mendorong berkembangnya imperialism dan kolonialisme. Imperialisme merupakan paham untuk menguasai daerah lain dan menjadikan daerah tersebut sebagai wilayah jajahannya. Pelaksanaan imperialism bangsa Eropa berkaitan erat dengan penjelajahan samudera yang dilakukan bangsa Eropa. Sementara itu, kolonialisme merupakan paham untuk menguasai wilayah guna memperluas wilayah kekuasaannya, setelah bangsa Barat menemukan daerah baru, daerah tersebut dijadikan koloni (daerah jajahan). Banyaknya koloni menunjukkan keberhasilan suatu Negara.

Untuk menjalankan merkantilisme, Negara-negara Eropa merupakan bentuk organisasi dagang. Organisasi dagang didirikan di daerah-daerah yang menjadi koloni. Organisasi dagang ini bertugas sebagai perwakilan Negara induk didaerah koloni. Organisasi dagang yang muncul pada periode ini antara lain East Indian Company (EIC) milik Inggris berpusat di India dan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) milik Belanda yang berdiri pada tahun 1602.

Gambar 3: Pengaruh merkantilisme
Sumber: blog.ruangguru.com


Merkantilisme hanya mampu bertahan hingga akhir abad XVIII. Pada abad XIX merkantilisme berkembang menjadi kapitalisme. Hampir sama dengan merkantilisme, kapitalisme menuntut kemajuan suatu Negara dalam bidang ekonomi. Bedanya, kapitalisme menuntut adanya modal swasta berkembang untuk membangun perekonomian sebuah Negara. Kapitalisme saat ini mengalami perkembangan pesat.  


Sumber:

  1. Magda Alfian, Dkk. 2007. Sejarah : Untuk SMA dan MA Kelas XI Program IPS. Jakarta. Esis
  2. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017. Sejarah Indonesia Kelas XI Semester 1. (edisi Revisi). Jakarta
  3. Danik Isnaini, Sri Pujiani. 2020. PR Sejarah Indonesia untuk SMA dan MA kelas XI semester 1. Yogyakarta. PT Intan Pariwara
  4. I Wayan Badrika, 2007. Sejarah untuk SMA kelas XI Program IPS. Jakarta, Penerbit Erlangga
  5. Seno Aji, 2018. Sejarah Kelas 11 | Kisah di Balik Sistem Ekonomi Merkantilisme 
  6. Quipper. 2019. Merkantilisme – Sejarah Kelas 11

No comments:

Post a Comment